M-Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Sunda
Pembelajaran dengan media m-learning yang digunakan pada mata pelajaran Bahasa Sunda termasuk kedalam pendekatan pembelajaran situasional, yaitu pendekatan pembelajaran yang direalisasikan saat pemelajar menggunakan perangkat mobile untuk belajar dalam konteks nyata. Variasi dari pembelajaran media m-learning ini di antaranya; Browsing materi; Chatting memakai Bahasa Sunda; Browsing gambar yang ada hubungannya dengan materi; atau mengupload hasil dari karya siswa. Materi pokok mata pelajaran Bahasa Sunda yang memakai media m-learning salah satunya adalah materi pokok Aksara Sunda. Materi ini pada kurikulum tiga belas edisi revisi dihilangkan dari kurikulum satuan tingkat pendidikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP), tapi pada tataran lomba, Aksara Sunda menjadi salah satu mata lomba. Karenanya, untuk mengantisipasi penyedian siswa yang mahir menulis aksara Sunda, kami guru Bahasa Sunda di SMP Negeri 24 Bandung tetatp memasukan materi aksara Sunda ke dalam program pengajaran. Materi aksara Sunda diberikan pada siswa kelas 7, hal ini dimaksudkan agar para siswa mengenal sedini mungkin Akasara Sunda yang nantinya diharapkan ketika naik ke kalas berikutnya anaka-anak ini sudah punya bekal dan di kelas berikutnya tinggal pengembangan atau pelatihan ketingkat mahir sehingga ketika ada lomba sekolah tidak kesulitan mencari dan melatih para siswa lagi. Materi Aksara Sunda termasuk materi yang menarik bagi siswa kelas 7 karena materi ini termasuk materi yang baru bagi para siswa, namun materi ini akan langsung menjadi materi yang membosankan manakala materi ini disajikan dengan cara biasa (ceramah, catat, latihan, salin), apalagi kalau siswa tidak dilibatkan secara aktif , materi ini akan menjadi materi yang tidak menarik dan sukar untuk dipahami dan diikuti. Berangkat dari hal itu maka harus dicari cara agar ketertarikan para siswa atas materi pokok aksara Sunda tetap ada dan bertambah maka digunakanlah media pembelajaran m-learning. Media pembelajaran m-learning dimaksud pada pembahasan ini adalah penggunaan telepon genggam (HP) sebagai media untuk mencari materi Aksara Sunda. Ketika media ini dipakai, siswa terlihat lebih antusias dibanding dengan tidak menggunakan media telepon genggam (HP), dan kami sebagai gurunya juga bahagia melihat siswa yang aktif berperan dalam proses pembelajaran. Pada proses pembelajaran ini siswa diajak untuk lebih percaya diri pada kemampuan yang dimilikinya dan para siswa juga belajar untuk bisa mengambil keputusan sendiri, bagi kami hal ini jelas membahagiakan. Berikut di bawah ini langkah-langkah pembelajaran materi pokok Aksara Sunda yang menggunakan media pembelajaran m-learning di kelas 7. 1.Siswa dikelompokan berpasangan, pengelompokanya berdasarkan pada ada tidaknya telepon genggam (HP) yang dibawa siswa, jadi siswa yang tidak membawa telepon genggam dikelompokan dengan siswa yang membawa telepon genggam (HP), HPnya ini harus ada koneksi internetnya. 2.Setelah siswa berpasangan, kemudian siswa membuka HP nya untuk browsing materi aksara Sunda. Materi yang di browsing ditentukan oleh guru, hal ini dilakukan untuk penyeragaman informasi materi dan target materi yang ingin dicapai. Materi yang dicari adalah Aksara Ngalagena, Aksara Swara (Vokal), Rarangkén (tanda baca), dan angka. 3.Sebelum siswa menuliskan hasil browsingnya ke dalam buku, siswa diberi penjelasan tentang tatacara penulisan Aksara Sunda agar hasilnya rapih, baru kemudian masing –masing siswa menuliskannya ke dalam buku. 4.Guru mengecek hasil browsing siswa dan mengecek hasil salinannya ke dalam buku. 5.Setelah selesai pengecekan, siswa diajak untuk merangkai aksara Sunda menjadi rangkaian kata dan rangkaian kalimat. 6.Cara mengajarkan siswa merangkai kata dengan cara siswa dituntun untuk menuliskan kata itu melalui perhurup, dengan diawali guru menulis satu hurup dalam tulisan latin, siswa mencari hurup latin itu dalam aksara sunda, ini dilakukan oleh siswa sendiri tanpa kerja sama dengan temannya, proses ini menuntut siswa untuk menemukan sendiri hurup-hurup itu dari catatan yang tadi dibuatnya, dan terlihat menarik dan lebih menantang bagi siswa, semangat siswa terlihat ketika proses ini berlangsung, apa lagi manakala jawaban nya benar. Guru memvariasikan kata-kata yang ditulis, soal-soal latihan diberikan dalam jumlah terukur sesuai kondisi, dan hasil siswa langsung diperikas dengan dibahas di kelas. 7.Sebagian siswa diminta ke depan untuk mencoba menulis Aksara Sunda hal ini dilakukan untuk memenuhi rasa penasaran atas kemampuan mereka. 8.Siswa diberi latihan kembali untuk mengingat materi aksara Sunda. 9.Pembelajaran ditutup dengan pembahasan latihan. Manfaat M-Learning bagi pembelajaran Bahasa Sunda Dengan memperhatikan tahapan pembelajaran di atas, telepon genggam (HP) sebagai media m-learning dimanfaatkan untuk mencari materi Bahasa Sunda. Proses siswa mendapatkan materi aksara Sunda dengan mencari sendiri melalui HP sebagai media m-learning yang kemudian disalin siswa ke dalam bukunya masing-masing, proses ini memberi pengaruh yang berbeda dan memberi pengalaman belajar yang menarik minat siswa dibandingkan jika dengan siswa mendapatkan materi dengan cara diberi oleh guru ditulis di depan papan tulis.


kerenn abizz ,M learning selain utk basa sunda apa bisa digunakan utk mapel lainnya,, dan aplikasi apa yg digunakan videonya sangat ok ,, mksh
BalasHapusMantap,pakai whiteboard animation ya!
BalasHapus